Blogger news

Senin, 16 Desember 2013

makalah modifikasi linux dengan myslax creator


BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Pada saat ini hampir semua orang sudah menggunakan system operasi windows sebagai system operasi di komputer mereka. Hampir semua orang sudah tahu tentang system operasi windows, cara instalasinya, aplikasinya dan lain – lain.
Tetapi bagaimanakah dengan system operasi linux ?
Linux memang berkembang dengan cepat dan seringkali menciptakan inovasi – inovasi baru dalam bidang teknologi. Dimulai dengan multilanguage, Knoppix yang mempopulerkan Live CD dengan autodetection dan autoconfigure, dunia virtualisasi, proyek “Fedora Spin” dari Fedora yang memungkinkan pengguna mendapatkan Fedora versi sendiri, SELinux, Ubuntu Shipping, dan lainlain. Ada juga berita tentang PS3 yang terinstalasi Linux di dalamnya, EZX Linux yang digunakan Motorola V6,
IBM, Yahoo, dan Oracle yang menggunakan Linux dalam servernya, serta terus bertambahnya jumlah distro Linux di situs distrowatch (www.distrowatch.com).
            Saat ini, terdapat banyak distro turunan Slackware yang tersedia di dunia Linux salah satunya adalah Slax (www.slax.org). Slax diciptakan oleh Tomas Matejicek dari Republik Ceko, tujuannya adalah membuat Slackware dapat dijalankan pada CD, USB flashdisk, kamera, ipod, handphone dan perangkat mass storage yang lain hanya dengan kapasitas 190MB. Namun dengan Slax, pengguna dapat membuat dokumen, berselancar, mendengarkan musik, ataupun memutar
film. Keistimewaan dari Slax adalah memungkinkan pengguna untuk membuat module sendiri dan paket-paket yang ingin digunakan dikonversi dengan mudah menjadi module dan otomatis diload saat booting. Selain itu, Tomas menyediakan script untuk membuat distro live dari distro yang terinstalasi pada harddisk pengguna sehingga distrodistro lain seperti Ubuntu, Fedora, Debian, dan beserta turunanya dapat dijalankan langsung dari perangkat portable. Banyak pihak yang mengembangkan distronya dengan menggunakan Slax module. Salah satunya adalah GoblinX dan Backtrack.
Untuk itu pada kesempatan ini kami mencoba untuk menulis beberapa hal mengenai salah satu system operasi (Linux), dalam makalah ini kami memaparkan tentang sejarah linux, keunggulannya, cara memodifikasi linux dengan slax dan lain sebagainya.


I.2. Maksud dan Tujuan
            Maksud dari penulisan tugas ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai system operasi linux, disamping untuk menambah wawasan yang lebih luas tentang bagaimana memodifikasi linux dengan slax.
            Adapun tujuan penulisan tugas ini, yaitu : sebagai salah satu tugas Sistem Operasi pada jurusan Manajemen Informatika.





BAB II
PEMBAHASAN
II.1. Linux
            Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer untuk computer, Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan sebagai rujukan kepada keseluruhan distro Linux (Linux distribution), yang di dalamnya disertakan program-program lain pendukung sistem operasi. Contoh program tersebut adalah server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric. Distro Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi popularitas, sehingga lebih populer dari versi UNIX yang menggunakan sistem lisensi dan berbayar (proprietary) maupun versi UNIX bebas lain yang pada awalnya menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa sisi. Linux mendukung banyak perangkat keras komputer, dan telah digunakan di berbagai peralatan dari komputer pribadi, superkomputer dan sistem benam (embedded system), seperti telepon seluler (Ponsel) dan perekam video pribadi. Pada awalnya, Linux dibuat, dikembangkan, dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM dan Hewlett- Packard. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini
dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
Linux ini disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Publi License (GPL), yang berarti source code Linux juga tersedia bagi publik. Linux dikembangkan oleh perorangan maupun kelompok yang bekerja secara sukarela. Para pengembang Linux memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan tukar-menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik biasanya bergabung dalam pengembangan Linux ini. Pengembangan Linux pertama kali dilakukan oleh Linux Benedict Torvalds pada tahun 1991 di Universitas
Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan pakar UNIX di Internet. Linux ini bisa diperoleh dari beberapa distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain.

II.2. Sejarah Linux
UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke dunia ini. UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang ada saat ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem operasi populer selain keluarga raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai Vista), Novell, OS/2, BeOS, MacOS dan lainnya.
Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T, bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics(sudah pernah dengar belum?). Nah, sistem operasi Multics ini awalnya didesain dengan harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit sekali dioperasikan Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada tanggal 28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus UniX) ini, sudah mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10. Saat itu ia sering mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20.
Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima di Univerity of Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS buatan Microsoft.
Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan Namun Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu, Linus
juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersamasama Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia).




·         Kelebihan Linux
1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli ataumenggunakan Linux.
2. Linux mudah digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang sulit dan hanya dikhususkan untuk para hacker. Namun kini, pandangan ini salah besar. Linux mudah digunakan dan dapat dikatakan hampir semudah menggunakan Windows.
3. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux. Kita dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.
4. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows. Dapat dikatakan, hampir semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux. Di mana, Linux sejak awal didesain multi-user, yang mana bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sangat sulit menjangkiti dan menyebar ke user yang lain. Pada Windows, hal ini tidaklah terjadi. Sehingga bila dilihat dari sisi maintenance / perawatan data maupun perangkat keras-pun akan lebih efisien. Artikel yang menunjang argumen ini:
1. Linux dan Virus.
2. Melindungi Windows dari serangan virus dengan menggunakan Linux.
5. Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl- Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut. Sehingga, tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar server dunia yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server dunia yang menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai 25,7 % (dapat dibaca di eweek.com).
6. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty). Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Komputer-komputer yang lama ini tidak perlu dibuang dan masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu dengan menggunakan Linux (sebagai penunjang informasi dapat membaca artikel “Don’t Throw That Old PC Away–Give It New Life with Linux“). Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat keras. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu, telah dirilis Windows Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam Windows Vista tidak dapat dibuka dalam Windows XP. Sehingga, mau tidak mau, kita harus beralih ke Windows Vista, dan itu berarti meng-upgrade atau membeli perangkat keras (hardware) baru yang lebih bagus (perangkat keras minimum Windows Vista dapat dilihat Microsoft.com). Atau, bisa jadi ada aplikasi-aplikasi yang dibuat beberapa tahun yang lalu tidak dapat dibuka lagi di Windows Vista, karena sudah tidak didukung lagi oleh Microsoft.






·         Kekurangan Linux
1.  Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’. Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan atau edukasi kepada pengguna agar mulai terbiasa dengan Linux.
2.  Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau LinuxHardware.org.
3. Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
4. Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.

II.3. Perbedaan mendasar Linux
Satu hal yang membedakan Linux terhadap sistem operasi lainnya adalah harga. Linux ini lebih murah dan dapat diperbanyak serta didistribusikan kembali tanpa harus membayar fee atau royalti kepada seseorang. Tetapi ada hal lain yang lebih utama selain pertimbangan harga yaitu mengenai source code. Source code Linux tersedia bagi semua orang sehingga setiap orang dapat terlibat langsung dalam pengembangannya.


II.4. Perbandingan Linux terhadap sistem operasi lainnya
Linux disusun berdasarkan standar sistem operasi POSIX yang sebenarnya diturunkan berdasarkan fungsi kerja UNIX. UNIX kompatibel dengan Linux pada level system call, ini berarti sebagian besar program yang ditulis untuk UNIX atau Linux dapat direkompilasi dan dijalankan pada sistem lain dengan perubahan yang minimal. Secara umum dapat dikatakan Linux berjalan lebih cepat dibanding UNIX lain pada hardware yang sama. Dan lagi UNIX memiliki kelemahan yaitu tidak bersifat free.
MS-DOS memiliki kemiripan dengan Linux yaitu file sistem yang bersifat hirarkis. Tetapi MS-DOS hanya dapat dijalankan pada prosesor x86 dan tidak mendukung multi user dan multi tasking, serta tidak bersifat free. Juga MS-DOS tidak memiliki dukungan yang baik agar dapat berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya, termasuk tidak tersedianya perangkat lunak network, program pengembang dan program utilitas yang ada dalam Linux.
II.5. Modifikasi Tampilan Linux
cara memodifikasi linux secara standar.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, diantaranya:
  1. Remastering Slax
  2. Editing Walpaper Dan Konfigurasi Slax
  3. Mengubah Wallpaper LINUX Pada Modul Slax
  4. Editing Icons, Ksplash, KsmServer Pada Modul Slax
  5. Membuat Slax Di My Slax Creator
  6. Menjalankan Hasil Slax Menggunakan Virtual Box
Software yang dibutuhkan untuk Modifikasi LINUX ini adalah:
  1. Power Iso/Ultra Iso - Untuk mengextrack file berbentuk .iso dan modul slax.lzm
  2. Slax - Slax yang saya gunakan disini yaitu Slax versi 6.1.2 yang bisa di download di www.slax.org
  3. Adobe Photosop - Untuk mengedit gambar
  4. Myslaxcreator - Untuk meremastering slax yang sudah dimodifikasi
  5. VirtualBox - Untuk menjalankan slax yang sudah kita buat atau modifikasi
Cara Memodifikasi Linux :
1.      Remastering Slax
Kita mulai dengan mengekstrak Slax menggunakan PowerISO
 
 


 




2.      Editing Walpaper Dan Konfigurasi Slax
Setelah Slax di extract menggunakan PowerISO, kita akan melakukan Editing Walpaper Dan Konfigurasi Slax dengan cara mengklik Slax yang sudah di extract tadi.
Maka akan tampil 2 folder seperti ini

 






Kemudian pilih folder boot, dan akan tampil gambar seperti dibawah ini

 

Lalu klik file gambar bertipe PNG yang bernama "slax" dan lakukan editing pada Adobe Photoshop, lalu simpan dengan nama dan format yang sama berukuran 640x480
Setelah selesai proses Editing Wallpaper, selanjutnya lakukan Editing Konfigurasi Slax yang bernama slax.cfg dengan cara mengklik kanan, lalu pilih Open with "Wordpad".
Lalu akan uncul tampilan SLAX CFG di wordpad untuk mengubah warna meu pada booting  slax seperti gambar dibawah ini

 
Untuk kode pewarnaan dapat diambil dari Adobe Photoshop.
Berikan warna yang menarik sesuai selera.

Setelah selesai melakukan editing warna pada SLAX CFG, selanjutnya kita juga dapat menambahkan Label Slax di dalam Wordpad.
Contohnya seperti gambar dibawah ini

Kemudian setelah selesai melakukan Editing di SLAX CFG bisa langsung di simpan/save.
3.      Merubah Wallpaper Linux Pada Modul Slax
Kembali pada folder base yang berisi file "boot" dan "slax", pilih folder slax => base => 002-xorg.
Pada file 002-xorg, klik kanan dan pilih Extract To Module..
Kemudian akan uncul folder 002-xorg
Seperti gambar dibawah ini





Kemudian buka folder 003-xorg untuk mengubah gambar yang diinginkan lalu simpan dengam nama, tipe dan ukuran yang sama.
Contohnya seperti gambar dibawah ini

 

Setelah selesai merubah wallpaper pada folder modul yang sudah di extract yang bernama " 002-xorg "  ubah folder yang di extract tadi menjadi modul kembali , dengan cara klik kanan compress to Slax module dan menjadi sebuah modul lagi.


4.      Editing Icons, Ksplash, KsmServer Pada Modul slax
Setelah merubah Wallpaper pada Slax Module 002-xorg , selanjutnya lakukan Editing Ksplash dan Ksm Server Pada Module Slax yang bernama "003-dekstop" , untuk melakukan editing terlebih dahulu extract module slax 003-dekstop menjadi folder . seperti gambar dibawah ini

 

Setelah Module di extract menjadi folder, buka folder 003-dekstop dan akan tampil beberapa folder seperti gambar dibawah ini, dan buka folder apps untuk mengganti Ksplash dan KsmServer dan buka folder icons untuk merubah icon pada tampilan Linux.


Buka folder apps untuk mengubah KsmServer dan Ksplash seperti gambar dibawah ini

 

Buka Folder Ksplash untuk melakukan Editing, ubah gambar splash_active_bar, splash_inactive_bar, splash_bottom dan splash_top di adobe photoshop dengan gambar yang diinginkan dan simpan dengan nama, format, dan ukuran yang sama.
Seperti gambar dibawah ini

Setelah editing ksplash selesai , buka folder ksmserver untuk editing shutdownkonq dengan Adobe Photoshop dengan nama, format dan ukuran yang sama.
Seperti gambar dibawah ini




Setelah editing di folder apps, masuk ke folder Icons untuk merubah icon pada Linux slax seperti gambar dibawah ini

Kemudian ubah icon pada setiap folder masing - masing dengan ukuran yang sudah ditentukan pada setiap folder masing-masing ( 32x32, 48x48, 64x64 ) contoh gambar icon yang sudah diubah seperti (Kfm_home, Kmenu) seperti gambar dibawah ini



Setelah merubah Icons, Ksplash, Ksmserver, ubah folder yang tadi sudah di extract menjadi module kembali, klik kanan compress to slax module untuk merubah folder yang di extract menjadi module slax kembali dengan nama "003-dekstop".
Seperti gambar dibawah ini

5.      Membuat Slax Di MySlax Creator
Pertama compress folder slax yang sudah dimodifikasi menggunakan Power ISO / Ultra ISO dan folder tersebut akan berubah menjadi file ISO 

Setelah menjadi file ISO, langkah berikutnya adalah mengklik kanan file ISO tersebut lalu pilih PowersISO => Mount To Drive [G:]


Setelah melakukan langkah-langkah diatas, selanjutnya buka program Myslaxcreator lalu select source, pada kotak dialog pilih dalam select source tipe " CD-ROM " kemudian pada select CD Drive pilih " CD Drive [G:]slax 6.1 " kemudian klik next 

 

Masukan Module slax tambahan pada Linux jika ingin menambahkan module pada slax klik add modules . Kemudian klik next






Selanjutnya jika ingin menghapus module yang tidak diperlukan klik Remove Exciting Modules



Jika sudah menghapus module yang tidak perlukan, klik next lalu ke langkah berikutnya yaitu Modify Boot Option
Seperti gambar dibawah ini

 




Setelah modify boot selesai klik next untuk Create Myslax, klik create ISO untuk membuat Slax yang sudah dimodifikasi
Setelah itu klik next dan sampai keluar tombol "Finish"

 

 
6.      Menjalankan Hasil Slax Menggunakan Virtual Box
Setelah membuat Slax yang sudah dimodifikasi selanjutnya menjalankan hasil Slax menggunakan Virtual Box.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
  • Klik "New" lalu isi nama OS yang akan dibuat, kemudian pilih tipe OS "Linux" dan versionnya "Others Linux", klik next
  • Lalu akan muncul "Create Virtual Machine" untuk mengatur size OS yang akan dibuat, klik next
  • Lalu akan muncul "Hard Drive", pilih opsi "Create a Virtual Drive Now", klik next
  • Lalu akan muncul "Hard Drive File Type", pilih opsi VMDK (Virtual Machine Disk), klik next
  • Lalu akan muncul "Storage On Physical Hard Drive" , pilih Dynamic Allocated, klik next
  • Terakhir, File Location And Size browse folder yang akan dipilih dan sizenya
Setelah proses "Create" selesai, pilih sistem setting yang telah dibuat lalu pilih option "Storage" untuk memasukkan file ISO yang sudah dimodifikasi lalu klik OK

Setelah selesai klik START dan lihatlah hasil runningnya

Ini contoh gambar Virtual Box

 

 

 

 

 

 

 







BABIII
PENUTUP
III.1. Kesimpulan
Penulis mengambil kesimpulan sistem informasi absensi karyawan pada Pringsewu Restaurant Group, sebagai berikut:
a.         Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer untuk computer yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Publi License (GPL), yang berarti source
code Linux juga tersedia bagi public.
b.        Linux memiliki banyak kelebihan dibanding system operasi windows diantaranya : mudah didapat dan gratis,mudah digunakan , tidak mudah dijangkiti virus atau bisa dikatakan bebas dari virus. Aplikasi – aplikasinya dapat diperoleh dengan mudah dan gratis. Hampir semua aplikasi di windows sudah tersedia di linux, sistem operasi linux relatif stabil atau bisa dikatakan tidak mengenal istilah “hang”.
c.         Cara memodifikasi Linux pun tidak terlalu rumit.

III.2. Saran

 sebaiknya kita sebagai mahasiswa mau mempelajari lagi sistem operasi linux agar lebih mengerti tentang cara memodifikasi tampilan linux.






DAFTAR PUSTAKA
bebas.vlsm.org/v10/onno-ind-2/application/linux/training/day1/ppt-aplikasidasar-
linux-04-2001.ppt
ramadint.wordpress.com/2008/04/03/dasar-linux/
debid.vlsm.org/share/ServerLinux/node37.html
slackware.linux.or.id/slackbook/system-configuration.html
purwakarta.org/flash/sudo.pdf
onno.vlsm.org/v10/onno-ind-2/application/linux/teknik-instalasi-linuxdebid.
vlsm.org/share/ServerLinux/node18.html
en.wikipedia.org/wiki/X_Window_System
Pengenalan Linux       : http://google.com
www.CALM%20%20Modifikasi%20Tampilan%20Linux.htm

0 komentar:

Posting Komentar