BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar
Belakang
Pada saat ini hampir semua orang sudah
menggunakan system
operasi windows sebagai system operasi di komputer mereka. Hampir semua
orang sudah tahu tentang system operasi windows, cara
instalasinya, aplikasinya dan lain – lain.
Tetapi
bagaimanakah dengan system operasi linux ?
Linux memang
berkembang dengan cepat dan seringkali menciptakan inovasi – inovasi baru dalam bidang teknologi. Dimulai dengan multilanguage, Knoppix yang mempopulerkan Live CD dengan autodetection
dan autoconfigure, dunia
virtualisasi, proyek “Fedora Spin” dari Fedora
yang memungkinkan pengguna mendapatkan Fedora versi sendiri, SELinux, Ubuntu Shipping, dan lainlain. Ada juga berita tentang PS3 yang terinstalasi Linux di dalamnya, EZX Linux yang digunakan
Motorola V6,
IBM, Yahoo, dan Oracle yang menggunakan Linux
dalam servernya, serta terus bertambahnya jumlah distro Linux di situs
distrowatch (www.distrowatch.com).
Saat
ini, terdapat banyak distro turunan Slackware yang tersedia di dunia Linux
salah satunya adalah Slax (www.slax.org). Slax diciptakan oleh Tomas Matejicek dari Republik
Ceko, tujuannya adalah membuat Slackware dapat dijalankan pada CD, USB flashdisk,
kamera, ipod, handphone dan perangkat mass storage yang lain hanya dengan
kapasitas 190MB. Namun dengan Slax, pengguna dapat membuat dokumen,
berselancar, mendengarkan musik, ataupun memutar
film. Keistimewaan dari Slax adalah
memungkinkan pengguna untuk membuat module sendiri dan paket-paket yang ingin
digunakan dikonversi dengan mudah menjadi module dan otomatis diload saat
booting. Selain itu, Tomas menyediakan script untuk membuat distro live dari
distro yang terinstalasi pada harddisk pengguna sehingga distrodistro lain
seperti Ubuntu, Fedora, Debian, dan beserta turunanya dapat dijalankan langsung
dari perangkat portable. Banyak pihak yang mengembangkan distronya dengan
menggunakan Slax module. Salah satunya adalah GoblinX dan Backtrack.
Untuk itu pada kesempatan ini kami mencoba untuk menulis beberapa hal
mengenai salah satu system operasi (Linux), dalam makalah ini kami
memaparkan tentang sejarah linux,
keunggulannya, cara memodifikasi
linux dengan slax dan lain sebagainya.
I.2. Maksud
dan Tujuan
Maksud
dari penulisan tugas ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai system operasi linux,
disamping untuk menambah wawasan yang lebih luas tentang bagaimana memodifikasi linux dengan slax.
Adapun
tujuan penulisan tugas ini, yaitu : sebagai salah satu tugas Sistem Operasi pada jurusan
Manajemen Informatika.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1. Linux
Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang
sangat populer untuk computer, Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga
digunakan sebagai rujukan kepada keseluruhan distro Linux (Linux distribution),
yang di dalamnya disertakan program-program lain pendukung sistem operasi.
Contoh program tersebut adalah server web, bahasa pemrograman, basisdata,
tampilan desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan aplikasi
perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric.
Distro Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi popularitas,
sehingga lebih populer dari versi UNIX yang menggunakan sistem lisensi dan
berbayar (proprietary) maupun versi UNIX bebas lain yang pada awalnya
menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa sisi. Linux mendukung
banyak perangkat keras komputer, dan telah digunakan di berbagai peralatan dari
komputer pribadi, superkomputer dan sistem benam (embedded system), seperti
telepon seluler (Ponsel) dan perekam video pribadi. Pada awalnya, Linux dibuat,
dikembangkan, dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat
dukungan dari perusahaan besar seperti IBM dan Hewlett- Packard. Para pengamat
teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini
dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor
independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi
dibandingkan versi UNIX proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya
dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas
keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource
software).
Linux ini disebarkan secara
luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Publi License (GPL), yang
berarti source code Linux juga tersedia bagi publik. Linux dikembangkan oleh
perorangan maupun kelompok yang bekerja secara sukarela. Para pengembang Linux
memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan tukar-menukar kode, melaporkan
bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik biasanya
bergabung dalam pengembangan Linux ini. Pengembangan Linux pertama kali
dilakukan oleh Linux Benedict Torvalds pada tahun 1991 di Universitas
Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi
dengan bantuan dari banyak programmer dan pakar UNIX di Internet. Linux ini
bisa diperoleh dari beberapa distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat,
Debian, Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain.
II.2. Sejarah Linux
UNIX merupakan salah satu
sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke dunia ini. UNIX merupakan salah
satu sistem operasi yang ada saat ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem
operasi populer selain keluarga raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai
Vista), Novell, OS/2, BeOS, MacOS dan lainnya.
Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika
para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T, bekerja sama
dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics(sudah
pernah dengar belum?). Nah, sistem operasi Multics ini awalnya didesain dengan
harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor,
dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T akhirnya
menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics ini sudah
tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami hambatan
karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit sekali dioperasikan
Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada tanggal
28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus UniX) ini, sudah
mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10. Saat itu ia sering
mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20.
Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima
di Univerity of Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C
pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada
pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS buatan Microsoft.
Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi
UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti
sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini
merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang
professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit,
Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan Namun
Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu,
di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai
mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991,
lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991,
secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan
gcc compiler. Selain itu, Linus
juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut
lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias
oleh para programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop
bersamasama Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan
jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari
yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan
biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam
bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta
atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro
Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem
Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin
lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi
alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia).
·
Kelebihan Linux
1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka.
Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli ataumenggunakan
Linux.
2. Linux mudah
digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang sulit dan hanya
dikhususkan untuk para hacker. Namun kini, pandangan ini salah besar. Linux
mudah digunakan dan dapat dikatakan hampir semudah menggunakan Windows.
3. Hampir semua
aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux. Kita
dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi
yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di
Linux.
4. Keamanan yang
lebih unggul daripada Windows. Dapat dikatakan, hampir semua pengguna Windows
pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak
terjadi pada Linux. Di mana, Linux sejak awal didesain multi-user, yang mana
bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sangat sulit
menjangkiti dan menyebar ke user yang lain. Pada Windows, hal ini tidaklah
terjadi. Sehingga bila dilihat dari sisi maintenance / perawatan data maupun
perangkat keras-pun akan lebih efisien. Artikel yang menunjang argumen ini:
1. Linux dan Virus.
2. Melindungi
Windows dari serangan virus dengan menggunakan Linux.
5. Linux relatif
stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal
stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga
mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus
menekan tombol Ctrl- Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut.
Sehingga, tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar server dunia
yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server dunia yang
menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai 25,7 % (dapat dibaca di
eweek.com).
6. Linux mempunyai
kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty).
Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan
dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Komputer-komputer yang lama ini
tidak perlu dibuang dan masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu dengan menggunakan
Linux (sebagai penunjang informasi dapat membaca artikel “Don’t Throw That Old
PC Away–Give It New Life with Linux“). Selain itu, tidak pernah ditemui
dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih
lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan
perangkat keras. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu, telah dirilis Windows
Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam Windows Vista tidak dapat dibuka
dalam Windows XP. Sehingga, mau tidak mau, kita harus beralih ke Windows Vista,
dan itu berarti meng-upgrade atau membeli perangkat keras (hardware) baru yang
lebih bagus (perangkat keras minimum Windows Vista dapat dilihat
Microsoft.com). Atau, bisa jadi ada aplikasi-aplikasi yang dibuat beberapa tahun
yang lalu tidak dapat dibuka lagi di Windows Vista, karena sudah tidak didukung
lagi oleh Microsoft.
·
Kekurangan Linux
1. Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan
Linux dan masih ‘Windows minded’. Hal ini dapat diatasi dengan
pelatihan-pelatihan atau edukasi kepada pengguna agar mulai terbiasa dengan
Linux.
2. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor
tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat
keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau
LinuxHardware.org.
3. Proses instalasi
software / aplikasi yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux,
akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD /
DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu
package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
4. Bagi
administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka
mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi
administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus
belajar.
II.3. Perbedaan mendasar Linux
Satu
hal yang membedakan Linux terhadap sistem operasi lainnya adalah harga. Linux
ini lebih murah dan dapat diperbanyak serta didistribusikan kembali tanpa harus
membayar fee atau royalti kepada seseorang. Tetapi ada hal lain yang lebih
utama selain pertimbangan harga yaitu mengenai source code. Source code Linux
tersedia bagi semua orang sehingga setiap orang dapat terlibat langsung dalam
pengembangannya.
II.4. Perbandingan Linux
terhadap sistem operasi lainnya
Linux
disusun berdasarkan standar sistem operasi POSIX yang sebenarnya diturunkan
berdasarkan fungsi kerja UNIX. UNIX kompatibel dengan Linux pada level system
call, ini berarti sebagian besar program yang ditulis untuk UNIX atau Linux
dapat direkompilasi dan dijalankan pada sistem lain dengan perubahan yang
minimal. Secara umum dapat dikatakan Linux berjalan lebih cepat dibanding UNIX
lain pada hardware yang sama. Dan lagi UNIX memiliki kelemahan yaitu tidak
bersifat free.
MS-DOS memiliki kemiripan dengan
Linux yaitu file sistem yang bersifat hirarkis. Tetapi MS-DOS hanya dapat
dijalankan pada prosesor x86 dan tidak mendukung multi user dan multi tasking,
serta tidak bersifat free. Juga MS-DOS tidak memiliki dukungan yang baik agar
dapat berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya, termasuk tidak tersedianya
perangkat lunak network, program pengembang dan program utilitas yang ada dalam
Linux.
II.5. Modifikasi Tampilan Linux
cara
memodifikasi linux secara standar.
Ada beberapa
langkah yang bisa dilakukan, diantaranya:
- Remastering
Slax
- Editing
Walpaper Dan Konfigurasi Slax
- Mengubah
Wallpaper LINUX Pada Modul Slax
- Editing
Icons, Ksplash, KsmServer Pada Modul Slax
- Membuat
Slax Di My Slax Creator
- Menjalankan
Hasil Slax Menggunakan Virtual Box
Software yang
dibutuhkan untuk Modifikasi LINUX ini adalah:
- Power Iso/Ultra Iso - Untuk
mengextrack file berbentuk .iso dan modul slax.lzm
- Slax - Slax yang saya
gunakan disini yaitu Slax versi 6.1.2 yang bisa di download di
www.slax.org
- Adobe Photosop - Untuk
mengedit gambar
- Myslaxcreator - Untuk
meremastering slax yang sudah dimodifikasi
- VirtualBox - Untuk
menjalankan slax yang sudah kita buat atau modifikasi
Cara Memodifikasi Linux :
1. Remastering Slax
Kita mulai dengan mengekstrak Slax menggunakan PowerISO
2. Editing Walpaper Dan Konfigurasi Slax
Setelah Slax di extract
menggunakan PowerISO, kita akan melakukan Editing Walpaper Dan Konfigurasi Slax
dengan cara mengklik Slax yang sudah di extract tadi.
Maka akan tampil 2 folder seperti
ini
Kemudian pilih folder boot, dan
akan tampil gambar seperti dibawah ini
Lalu klik file gambar bertipe PNG
yang bernama "slax" dan lakukan editing pada Adobe Photoshop, lalu
simpan dengan nama dan format yang sama berukuran 640x480
Setelah selesai proses Editing
Wallpaper, selanjutnya lakukan Editing Konfigurasi Slax yang bernama slax.cfg
dengan cara mengklik kanan, lalu pilih Open with "Wordpad".
Lalu akan uncul tampilan SLAX CFG
di wordpad untuk mengubah warna meu pada booting slax seperti gambar
dibawah ini
Untuk kode pewarnaan dapat
diambil dari Adobe Photoshop.
Berikan warna yang menarik sesuai
selera.
Setelah selesai melakukan editing
warna pada SLAX CFG, selanjutnya kita juga dapat menambahkan Label Slax di
dalam Wordpad.
Contohnya seperti gambar dibawah ini
Kemudian setelah selesai
melakukan Editing di SLAX CFG bisa langsung di simpan/save.
3. Merubah Wallpaper Linux Pada Modul Slax
Kembali pada folder base yang
berisi file "boot" dan "slax", pilih folder slax => base
=> 002-xorg.
Pada file 002-xorg, klik kanan
dan pilih Extract To Module..
Kemudian akan uncul folder
002-xorg
Seperti gambar dibawah ini
Kemudian buka folder 003-xorg untuk mengubah gambar yang diinginkan lalu simpan
dengam nama, tipe dan ukuran yang sama.
Contohnya seperti gambar dibawah
ini
Setelah selesai merubah wallpaper
pada folder modul yang sudah di extract yang bernama " 002-xorg "
ubah folder yang di extract tadi menjadi modul kembali , dengan cara klik
kanan compress to Slax module dan menjadi sebuah modul lagi.
4. Editing Icons, Ksplash, KsmServer Pada Modul slax
Setelah merubah Wallpaper pada
Slax Module 002-xorg , selanjutnya lakukan Editing Ksplash dan Ksm Server Pada
Module Slax yang bernama "003-dekstop" , untuk melakukan editing
terlebih dahulu extract module slax 003-dekstop menjadi folder . seperti gambar
dibawah ini
Setelah Module di extract menjadi
folder, buka folder 003-dekstop dan akan tampil beberapa folder seperti gambar
dibawah ini, dan buka folder apps untuk mengganti Ksplash dan KsmServer dan
buka folder icons untuk merubah icon pada tampilan Linux.
Buka folder apps untuk mengubah
KsmServer dan Ksplash seperti gambar dibawah ini
Buka Folder Ksplash untuk
melakukan Editing, ubah gambar splash_active_bar, splash_inactive_bar,
splash_bottom dan splash_top di adobe photoshop dengan gambar yang diinginkan
dan simpan dengan nama, format, dan ukuran yang sama.
Seperti gambar dibawah ini
Setelah editing ksplash selesai ,
buka folder ksmserver untuk editing shutdownkonq dengan Adobe Photoshop dengan
nama, format dan ukuran yang sama.
Seperti gambar dibawah ini
Setelah editing di folder apps,
masuk ke folder Icons untuk merubah icon pada Linux slax seperti gambar dibawah
ini
Kemudian ubah icon pada setiap
folder masing - masing dengan ukuran yang sudah ditentukan pada setiap folder
masing-masing ( 32x32, 48x48, 64x64 ) contoh gambar icon yang sudah diubah
seperti (Kfm_home, Kmenu) seperti gambar dibawah ini
Setelah merubah Icons, Ksplash, Ksmserver, ubah folder yang tadi sudah di
extract menjadi module kembali, klik kanan compress to slax module untuk
merubah folder yang di extract menjadi module slax kembali dengan nama
"003-dekstop".
Seperti gambar dibawah ini
5. Membuat Slax Di MySlax Creator
Pertama compress folder slax yang
sudah dimodifikasi menggunakan Power ISO / Ultra ISO dan folder tersebut akan
berubah menjadi file ISO
Setelah menjadi file ISO, langkah
berikutnya adalah mengklik kanan file ISO tersebut lalu pilih PowersISO =>
Mount To Drive [G:]
Setelah melakukan langkah-langkah
diatas, selanjutnya buka program Myslaxcreator lalu select source, pada
kotak dialog pilih dalam select source tipe " CD-ROM " kemudian pada
select CD Drive pilih " CD Drive [G:]slax 6.1 " kemudian klik
next
Masukan Module slax tambahan pada
Linux jika ingin menambahkan module pada slax klik add modules . Kemudian klik
next
Selanjutnya jika ingin menghapus
module yang tidak diperlukan klik Remove Exciting Modules
Jika sudah menghapus module yang
tidak perlukan, klik next lalu ke langkah berikutnya yaitu Modify Boot Option
Seperti gambar dibawah ini
Setelah modify boot selesai klik
next untuk Create Myslax, klik create ISO untuk membuat Slax yang sudah
dimodifikasi
Setelah itu klik next dan sampai
keluar tombol "Finish"
6. Menjalankan Hasil Slax Menggunakan Virtual Box
Setelah membuat Slax yang sudah
dimodifikasi selanjutnya menjalankan hasil Slax menggunakan Virtual Box.
Adapun langkah-langkahnya sebagai
berikut :
- Klik "New" lalu
isi nama OS yang akan dibuat, kemudian pilih tipe OS "Linux" dan
versionnya "Others Linux", klik next
- Lalu akan muncul
"Create Virtual Machine" untuk mengatur size OS yang akan
dibuat, klik next
- Lalu akan muncul "Hard
Drive", pilih opsi "Create a Virtual Drive Now", klik next
- Lalu akan muncul "Hard
Drive File Type", pilih opsi VMDK (Virtual Machine Disk), klik next
- Lalu akan muncul
"Storage On Physical Hard Drive" , pilih Dynamic Allocated, klik
next
- Terakhir, File Location And
Size browse folder yang akan dipilih dan sizenya
Setelah proses "Create"
selesai, pilih sistem setting yang telah dibuat lalu pilih option
"Storage" untuk memasukkan file ISO yang sudah dimodifikasi lalu klik
OK
Setelah selesai klik START dan
lihatlah hasil runningnya
Ini contoh gambar Virtual Box
BABIII
PENUTUP
III.1. Kesimpulan
Penulis mengambil kesimpulan
sistem informasi absensi karyawan pada Pringsewu
Restaurant Group, sebagai berikut:
a.
Linux atau
GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer untuk computer yang
disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Publi License
(GPL), yang berarti source
code Linux juga
tersedia bagi public.
b.
Linux memiliki
banyak kelebihan dibanding system operasi windows diantaranya : mudah didapat
dan gratis,mudah digunakan , tidak mudah dijangkiti virus atau bisa dikatakan
bebas dari virus. Aplikasi – aplikasinya dapat diperoleh dengan mudah dan
gratis. Hampir semua aplikasi di windows sudah tersedia di linux, sistem
operasi linux relatif stabil atau bisa dikatakan tidak mengenal istilah “hang”.
c.
Cara memodifikasi
Linux pun tidak terlalu rumit.
III.2. Saran
sebaiknya kita sebagai mahasiswa mau mempelajari lagi sistem operasi linux agar lebih mengerti tentang cara memodifikasi tampilan linux.
DAFTAR PUSTAKA
bebas.vlsm.org/v10/onno-ind-2/application/linux/training/day1/ppt-aplikasidasar-
linux-04-2001.ppt
ramadint.wordpress.com/2008/04/03/dasar-linux/
debid.vlsm.org/share/ServerLinux/node37.html
slackware.linux.or.id/slackbook/system-configuration.html
purwakarta.org/flash/sudo.pdf
onno.vlsm.org/v10/onno-ind-2/application/linux/teknik-instalasi-linuxdebid.
vlsm.org/share/ServerLinux/node18.html
en.wikipedia.org/wiki/X_Window_System
www.CALM%20%20Modifikasi%20Tampilan%20Linux.htm